
Ia melakukan ini dengan melakukan jutaan simulasi Blackjack pada komputer kuno zamannya (tahun 60-an) yakni komputer ukuran raksasa yang lebih lambat daripada laptop sekarang ini. Berdasarkan simulasi-simulasi tersebut akhirnya ia berhasil menyadari ide dasar dari card counting atau menghitung kartu dimana ia dapat memberikan dirinya keuntungan menang lebih besar 1 hingga 5 persen dari kemungkinan biasa. Thorp dan temannya kemudian pergi ke berbagai kasino setiap minggu dan setiap minggunya ia bisa mendapatkan hingga 70.000 US Dollar atau setara dengan 848 Juta Rupiah jika dikonversi ke nilai uang sekarang.
Sebagaimanapun pihak manajemen kasino berusaha mengatakan bahwa Thorp melakukan kecurangan mereka tidak bisa membuktikan hal tersebut karena pada zaman itu card counting belum dikenal. Singkat cerita, pihak kasino tidak memperbolehkan Thorp bermain lagi karena kemenangan besar yang terus ia raih. Pada tahun 1962, Thorp kemudian merilis buku berjudul "Beat the Dealer" yang langsung melejit menjadi buku terlaris saat itu dan mengungkapkan sistem card counting yang digunakan Thorp. Selanjutnya, Thorp mengaplikasikan kejeniusannya ke pasar saham dan juga meraih keuntungan yang sangat besar. Inilah kisah cerita Edward O. Thorp, orang yang namanya dimasukkan dalam Hall of Fame Blackjack.






No comments:
Post a Comment